Digital marketing perpustakaan di zaman serba teknologi seperti saat ini, mau tidak mau harus turut ikut untuk perkembangan perpustakaan. Dengan digital marketing, kegiatan mempromosikan perpustakaan jadi lebih cepat dan mudah untuk dilakukan. Dalam membangun digital marketing yang baik untuk suatu perpustakaan ataupun organisasi lain adalah dengan membangun fondasi dasar berupa website, yang nantinya wabsite tersebut akan menjadi pokok atau inti informasi terkumpul. Informasinya itu contohnya seperti layanan-layanan, visi misi, kontak, trivia, hingga informasi terbaru mengenai perpustakaan.
Fondasi dasar ini bisa dengan menggunakan blog sederhana yang bisa kita terapkan, terutama untuk memberikan informasi yang bermanfaat. Lalu, gimana sih cara membuat blog sederhana itu. Berikut ini saya akan mengulas sedikit pengalaman saya dalam membuat blog untuk membagi pengalaman-pengalaman saya serta informasi yang bisa saya sebarkan.
1. Tentukan media yang ingin digunakan
Ada banyak media untuk membuat blog. Contohnya seperti blogspot yang saat ini saya pakai. Lalu ada juga WordPress yang juga banyak digunakan. Kalian bisa membuat alamat url sesuai dengan keinginan kalian, namun domain dari media yang kallian gunakan (seperti bloogspot.com dan wordpress.com). Jika kallian ingin mengubah domain kalian perlu mengeluarkan budget tertentu agar bisa sesuai dengan keinginanan kalian.
2. Desain tampilan
Desain tampilan jadi hal penting banget yang harus kalian perhatikan. Karena, kalau blog atau website kalian punya tampilan yang menarik dan mudah untuk digunakan oleh pengguna, mereka akan betah berlama-lama di blog kalian. Pilih tema atau tampilan yang sesuai dengan selera, namun yang sekiranya bisa enak juga dilihat oleh orang lain a.k.a. tidak berlebihan. Tampilan yang sederhana pun sebenarnya enggak apa-apa, asalkan menu-menu yang kalian sediakan berfungsi sebagaimana mestinya.
Untuk tema yang saya pakai ini, saya download dari pihak ke tiga yang bisa kalian cari di sini, di sini, dan sini (untuk pengguna blogspot) dan memodifikasi sesuai yang diinginkan. Disini, saya juga berhadapan dengan tantangan yang baru. Saya harus bisa mebuat tampilan yang saya mau, tapi sumbernya (tema) tidak sesuai ddengan saya. Mulai dari model hingga kode html yang agak membingungkan karena kodenya ditulis sesuai dengan si pembuat itu, jadi bentuknya agak tidak rapi dan tidak teratur. Dari tema itu, selain saya modif menu-menunya, saya juga ubah warnanya sesuai yang saya mau dan bisa terkesan enak diliat dan dikunjungi.
Kalau kalian tidak begitu bisa atau tidak berani untuk mengutak-atik kode html, tidak masalah kok, kalian bisa atur di pengaturan tema atau menggunakan tema yang tersedia dari blog yang kalian gunakan.
3. Mengelola dan merapikan informasi
Informasi yang saya publikasi di blog saya dibuat dengan memberikan label/tag pada tiap postingan. Ini saya laukan agar pencarian lebih mudah dan bisa dikategorikan di berbagai kategori yang saya rasa sesuai dengan kategorinya. Lalu setelah diberi label, saya masukan kategori tersebut ke menu dropdown agar lebih mudah lagi untuk dilihat pengunjung. Selain pemberian label, saya juga membuat arsip, dimana bisa terlihat seberapa banyak saya memposting dalam bentuk bulanan.
4. Menulis konten
Menulis konten adalah hal paling sulit dan berat dari proses bloging ini. Kenapa, karena dari konten, orang yang berkunjung bisa menilai seperti apa diri kita, pikiran kita, hal apa yang kita suka dari tulisan yang diposting. Saya mau buat konten yang bermanfaat buat orang banyak, unik, dan berbeda, tapi hal kayak gitu sulit karena informasinya sudah ada yang membuat. Makanya harus lebih kreatif.
Informasi yang dipublikasi sebaiknya buatan atau ide dari kita sendiri, dengan kata lain tidak copas. Ide boleh sama, asalkan kontennya berbeda dan menggunakan kata-kata sendiri. Ibaratnya, jika blog sebelah menuliskan konten ABC, kalian setidaknya harus memiliki konten yang lebih dari itu, yakni konten ABCDE. Terus, kata-kata yang dipakai juga harus dipikirkan, menggunakan kata atau bahasa yang seperti apa yang nyaman dibaca oleh saya sebagai penulis, terutama pembaca yang visit. Mencari ide konten susah-susah gampang. Gampangnya, kalau mau memposting hal yang kita suka, seperti pengalaman ataupun sekedar curhatan semata, ideya langsung mengalir gitu aja. Tapi kalau mau buat konten yang dibaca banyak orang, informatif, dan mengincar tingginya trafic, enggak bisa asal tulis, dan musti riset kemana-mana.
Setelah kalian mempersiapkan persiapan di atas, kalian tinggal mempromosikan blog kalian ke khlayak umum melalui media sosial yang kalian miliki.
Pembuatan blog saya ini bermula karena tugas Digital Marketing Library, yang mengharuskan kita untuk membuat konten dan mempromosikannya. Pengalaman saya mengerjakan tugas-tugas itu ada suka dukanya, tapi kayaknya lebih banyak dukanya ya 😅 Ada beberapa kendala dan halangan yang saya alami, bukan cuma dari diri saya sendiri, tapi juga keadaan dan waktu yang kurang luang, yang bikin saya kurang dalam mengerjakan tugasnya. Dari pengalaman itu, saya jadi tau kalau buat blog itu enggak gampang dan enggak asal bikin sesuatu lalu dipublikasi. Tapi ada proses-proses yang bisa bikin blog kita banyak yang visit dan bisa muncul di halaman pertama google, dan jujur itu sulit. Kita harus mencari dan menganalisis apa yang lagi tend, kata kunci yang ada kemungkinanan banyak dicari, dan kompetitor kita. Itu semua tidak bisa instan langsung tercapai.
Karena saya mengambil jurusan Ilmu Perpustakaan, setidaknya saya harus bisa memprediksi bagaimana perpustakaan ke depannya. Tantangan profesi kepustakawanan di masa sekarang dan masa akan datang sepertinya akan berkaitan denan teknologi ya. Masih banyak orang yang kurang tau cara memanfaatkan layanan-layanan yang pakai teknologi dan internet. Saya kasih contoh di sebuah perpustakaan ternama. Perpustakaan tersebut memiliki Open Public Access Catalog (OPAC) yang bisa diakses di tempat dengan komputer yang disediakan. Namun karena banyaknya pengunjung yang datang, antrean untuk mengakses OPAC jadi panjang. Menurut saya itu bisa buang-buangn waktu hanya untuk ngantre seperti itu. Padahal, kita bisa akses OPAC dari ponsel kita sendiri, dan kita bisa kok akses itu dari rumah sebelum ke perpustakaan biar kita enggak sia-sia datang ke sana tapi koleksi yang dicari enggak ada.
Ini jadi tugas buat pustakawan. Bisa kok, pustakawan mensosialisasikan pemustaka kalau mereka bisa akses sendiri (kalau mau lebih cepat), atau si pemustakanya bisa minta tolong langsung ke pustakawannya. Dari yang saya temukan masih ada pemustaka yang malu buat nanya ke petugas perpustakaan. Entah karena apa, tapi sangat disayangankan apa yang diketahui, yang sekiranya bisa bermanfaaat dan dibutuhin orang lain, enggak bisa tersalurkan.
Selain itu lagi-lagi promosi jadi bahasan yang perlu disorot. Banyak akun sosial media perpustakaan yang tidak begitu sering diupdate, jadi agak susah buat tau apakah perpustakaan masih buka atau enggak. Apalagi saat pandemi seperti ini, informasi yang mudah dan cepat didapat melalui media sosial dan internet.
Dengan adanya matkul dan tugas ini, pengetahuan tentang bloging jadi lebih mendalam. Saya tau Search Engine Optimization (SEO) itu apa, tapi saya enggak tau ternyata proses untuk bisa SEO itu prosesnya panjang. Lalu kemampuan menulis pastinya. Mungkin di awal-awal agak bingung mau model seperti apa yang mencirikan diri sendiri. Karena sudah menulis beberapa konten, jadi bisa menentukan gaya yang cocok. Lalu kata-kata yang sesuai buat promosi, yang bisa menarik orang-orang untuk datang ke blog juga jadi dipikirin matang-matang. Dan yang terakhir, saya harus banyak lihat hal-hal yang menghibur, biar saya dapet ide, seperti baca konten orang lain, baca buku, nonton, atau kejadian-kejadian sederhana yang ada di sekitar rumah atau tempat lain yang sekiranya bisa dijadiin konten.
Terima kasih untuk kalian yang sudah support. Adios!
5 Komentar
Wah seru banget ya pengalamannya, meskipun banyak dukanya tapi blog ini jadi juga 😄, semangat terus! Ditunggu postingan selanjutnya
BalasHapusPengalamannya menarik bangt iih, semangat trs buat kontennya
BalasHapusWalaupun banyak suka dukanya, tapi hasilnya tetep keren hihihi semangat!
BalasHapusSemangat berkarya untuk konten selanjutnya!
BalasHapusrelate banget pengalamannya nih, sama2 baru membuat blog. Tantangannya lumayan tapi jadi dapet banyak pengalaman juga. Semangatt
BalasHapus